Kamis, 13 Juni 2013

Komunitas Mobil Timor Ngumpul Di METLAND TranSyogi, Cileungsi



Wartajakarta.com,Cileungsi- Komunitas pemilik mobil buatan anak negeri yakni Timor-er kini telah menginjak usia yang ke 10 tahun. sebagai upaya menjalin silahturahmi para pemilik mobil Timor mengadakan HUT dengan tema 1 Dasawarsa timor-er.
Sejak tahun 2002, Timor sudah tidak lagi diproduksi. Alhasil, jumlah mobil ini menjadi terbatas. Dengan jumlah yang terbatas, ternyata ada komunitas yang selalu menjaga dan kecintaan dengan merk Timor, yakni Timor-er.


Komunitas Timor-er ini berawal dari Jakarta yang didirikan tahun 2003 oleh beberapa penggemar Timor. Zaky Masjkur, selaku ketua umum timor-er, mengatakan bahwa ajang ini menjadi ajang silaturahmi, event, tukar pikiran, sekaligus reuni, bagi seluruh anggota.


Setelah beberapa kali pertemuan, di ulang tahun yang ke 10 tahun atau 1 dasawarsa Timor-er jumlah member timor-er sebanyak 1200 orang, dan dalam acara kali ini diikuti 256 mobil peserta. Yang diadakan di Metland Tranyogi, Cileungsi, Minggu  (9/6/2013).

"Jumlah anggota milis Timor-er tercatat sebanyak 1.000-an lebih orang, dengan anggota 650 member di jabodetabecika (jakarta, bogor, depok, tangerang, bekasi, cikarang, dan karawang), serta 600 member diluar daerah yg disebut diatas. Kaum Timor-er ini tersebar dari mulai Jabodetabek, Banten, Bandung, Cirebon, Jogja, Malang, Surabaya, Lampung, Palembang, Medan hingga Kalimantan," jelasnya.


Satu alasan orang bergabung dengan Timor-er, kata Zaky, adalah kebutuhan informasi / sharing perawatan serta kebutuhan akan suku cadang Timor yang sebenarnya mudah didapatkan, "Wajar saja itu menjadi alasan utama Sejak terhentinya produksi Timor.

Menurut Zaky, alasan lainnya buat bergabung di komunitas ini adalah menambah pertemanan dan jaringan di antara sesama penggemar otomotif. Seperti komunitas otomotif lainnya, kegiatan komunitas Timor-er tidak terbatas pada kumpul-kumpul semata. Touring, ajang sosial, sampai mengutak-atik mesin secara bareng-bareng menjadi ajang rutin mereka. Tandasnya.

Selain adakan syukuran HUT, acara yang paling menyedot perhatian anggota komunitas Timor-er kali ini yakni adanya kontes-kontes seperti Audio, exterior, interior, serta engine. Disamping itu, diadakan pula Slalom.

Mobil Timor, mungkin banyak juga masyarakat Indonesia yang terkesan meremehkan merek satu ini. Namun, hal ini tidak menghalangi anggota komunitas Timor-er untuk berkreasi dan mengembangkan komunitasnya. Kalau melihat kualitasnya cukup bagus, Hanya saja karena politis masa lalu membuatnya tidak berlanjut produksinya.
Harga Timor yang relatif terjangkau serta stabil membuat sedan satu ini mulai dilirik kembali, terutama dari kalangan keluarga baru.

“Dengan harga pasaran berkisar Rp 45 juta dengan buatan 1997, sedan buatan tahun 2000 harga 50 jutaan.
Berminat?? Ayo kita gabung dengan komunitas pencinta mobil Timor, yakni klub Timor-er.

Sumber : http://www.wartajakarta.com/news-3602-komunitas-mobil-timor-ngumpul-di-metland-transyogi-cileungsi.html